Aksi Brutal Oknum TNI Menganiaya Seorang Awak Media Saat Mencari Berita

Cirebon,Nextnews.id-Oknum yang mengaku dari TNI dan Oknum Polisi Diduga menjadi beking mafia BBM jenis Solar hingga melakukan penganiayaan salah seorang awak media (jurnalis)

Hal ini menipa kepada awak media bernama Warsila saat sedang melakukan investigasi ada aktifitas yang mencurigakan tentang penyalahgunaan bahan bakar jenis solar di wilayah kecamatan Kapetakan kabupaten Cirebon

Sebelumnya warsila awak media melakukan investigasi pada Jumat malam tanggal 30 Desember sekitar pukul 23 lewat 30 menit tengah malam

Menurut warsila salah seorang awak media di kabupaten Cirebon menyebutkan melihat adanya aktivitas kendaraan roda empat jenis pick up warna hitam sedang membongkar drigen kosong yang berada dirumah salah seorang kertasura terlihat ada 50 drigen yang berukuran 30 liter Dan 35 liter puluhan drigen tersebut sedang dibongkar dari mobil yang masuk kesebuah gudang

“Lalu kami bertanya kepada seorang yang sedang membongkar drigen apakah yang dimuat adalah BBM berjenis solar namun yang ditanya tidak menjawab secara jujur Dia hanya bilang tidak tahu.

Kami sedang duduk di warung tiba tiba ada yang datang menggunakan kendaraan Toyota Avanza berwarna hitam tapi nomor mobil lupa di catat dari dalam mobil turun tiga orang dan langsung menghampiri Saya Dia mengaku dari TNI Dan dari polisi dugaan saya orang tersebut yang diduga membeck up pelancir solar timbunan tersebut. “Ucap Warsila.

Kata Warsila Oknum TNI inisial S terus langsung mencekik leher Saya, Sambil mencekik oknum tersebut mengatakan “bilang kamu pemeras ,perampok kata Oknum sembari memukul dengan membagi buta

“”Tidak hanya itu handphone serta headset rampas dari kantong baju dan ID CARD dari redaksi juga rampas

Dan hari Sabtu jam 13 00 wib warsila dan tim media membuat pengaduan ke pihak Denpom (PM) Cirebon dan hingga pemberitaan ini pelaku belum di proses secara hukum , dengan adanya peristiwa ini pihak kesatuan TNI dan POLRI berharap bertindak tegas untuk menindak oknum yang sewenang wenang terhadap jurnalis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *