Majalengka, Nextnews.id-Praktik pungli di sekolah saat ini dilakukan lebih rapi. Komite sekolah mengemas pungutan liar tersebut seakan-akan berdasarkan pada kesepakatan bersama antara pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua/wali murid.
SMK negeri 1 Talaga yang berlokasi di Desa talaga kulon kecamatan Talaga Saat ini memiliki 1700 siswa dengan enam kejuruan
Orang tua siswa SMKN 1 Talaga kabupaten Majalengka Jawa barat resah dengan adanya pungutan yang dilakukan sekolah. Pungutan ini dilakukan untuk pembangunan infrastruktur sekolah
Salah seorang wali murid mengatakan, setiap wali siswa diminta membayar senilai Rp 700 ribu kepada pihak sekolah dan harus lunas pada bulan Ini
“Keresahan ini sudah dirasakan selama beberapa bulan lalu karena kebetulan anak saya sekolah di situ,” katanya. Senin 22 Januari 2024
“Menurutnya, pungutan ini dibahasakan sekolah sebagai sumbangan. Namun besar sumbangan dan waktu pembayaran sudah ditentukan. Bahkan besaran pungutan ini
Yang Lebih ngeri adanya ancaman dari pihak sekolah bagi yang tidak membayar pungutan tidak akan di ikut sertakan dalam ujian sekolah atau tidak diperbolehkan ikut ujian sekolah. “Keluhnya.
Sementara itu H Momon komite sekolah SMKN 1 Talaga mengatakan, pungutan itu hasil musyawarah dengan orang tua siswa ada tiga orang yang setuju untuk mewakili orang tua Siswa yang lain
“Pungutan ini mendapat ijin dari KCD IX dan pihak Kantor cabang Dinas pendidikan wilayah IX Jawa barat dan pihak KCD sudah memberi ijin . “Ungkap komite sekolah.(SH)
