Diduga Ada motif Tersembunyi, Revitalisasi Tanpa Mencantumkan Nilai Anggaran Dipapan proyek

oplus_0

Sumedang, Nextnews.id – Perhatian Pemerintah terhadap dunia pendidikan terus di tingkatkan. Berbagai program bantuan, baik bantuan fisik atau non fisik terus di gulirkan. Seperti halnya, baru baru ini Pemerintah tengah menggulirkan bantuan program revitalisasi bangunan sekolah di daerah daerah.

Salah satunya adalah bantuan Program revitalisasi gedung SLB di Kabupaten Sumedang, tepatnya di SLB Dharmabakti Ciawitali, Buah dua Sumedang.

Rupanya program revitalisasi ini belum sepenuhnya dijalankan sesuai dengan harapan. Dilapangan masih banyak ditemukan hal hal yang berbau penyimpangan, seperti pemasangan papan proyek yang tidak mencantumkan nilai anggaran didalamnya. Hal ini memicu pertanyaan dari sejumlah pihak, “Ada apa dengannya ?, padahal adanya papan proyek tersebut adalah untuk memberikan informasi kepada publik secara terbuka.

Namun ketika Papan proyek ini dibuat tanpa ada nilai anggarannya, hal ini memicu dugaan ada yang disembunyikan dari pelaksanaan program revit tersebut.

Padahal jelas, menurut Undang undang, setiap program pemerintah yang dikucurkan harus dilandasi adanya ke transparanan informasi publik.

Revitalisasi gedung sekolah SLB tidak mencantumkan nilai anggaran pada papan proyek. 

Sementara, kegiatan proyek yang tidak memiliki papan informasi atau tidak mencantumkan nilai anggaran sering dikaitkan dengan adanya potensi dugaan korupsi, penggunaan bahan tidak sesuai spesifikasi, atau kinerja kepala sekolah yang buruk.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, diduga ada unsur kesengajaan menyembunyikan nilai anggaran di dalam papan proyek revitalisasi sekolah SLB darma bakti tersebut, sehingga menjadi sorotan publik.

Dalam hal ini, Kepala sekolah SLB darma bakti diduga mempunyai motif yang sudah direncanakan sebelumnya untuk mengelabui publik sehingga membuat papan proyek yang tidak mencantumkan nilai anggaran.

Namun saat di konfirmasi melalui sambungan telpon, Kepsek SLB Dharma bakti membantan kalau pembuatan papan proyek ini ada motif tertentu, “Ngga ada pak, nggak ada motif lain, yang ada nilai anggarannya ada di pasang di belakang, Kami membuat dua papan proyek, yang ada anggarannya kami pasang di belakang dan yang tidak ada nilai anggarannya kami simpan di depan”, ujar kepsek SLB Dharma Bhakti, Rizki Agung Hidayat.

Hal senada juga di katakan Yuyun Ketua Yayasan yang sekaligus ibu dari Kepsek tersebut, menurutnya, pihak sekolah telah membuat 2 buah papan proyek, yang satu di pasang di depan dan yang satunya lagi di pasang di belakang. “Kami sengaja membuat dua papan proyek dan salah satunya tidak mencantumkan anggaran itu dan dipasang didepan sekolah”, kata yuyun

“Kami mengaku itu kesalahan pihak sekolah, kami sengaja membuat papan proyek tersebut supaya tidak banyak pertanyaan dari para wartawan atau masyarakat luas”, pungkas yuyun.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *