Majalengka. Nextnews.id-Perbedaan wilayah kerja antara pengurus yayasan dan pelaksana sekolah seringkali menjadi penyebab lemahnya koordinasi dan komunikasi. Pengurus yayasan dengan sekolah
Seyogyanya keduanya memahami bahwa untuk mencapai tujuan lembaga tidak bisa masing-masing bekerja sendiri-sendiri.
Apa yang diputuskan oleh yayasan akan berdampak bagi pelaksanaan sekolah, begitupun sebaliknya berkualitas atau tidaknya pendidikan yang dilakukan pelaksana sekolah akan berdampak pula bagi yayasan. Inilah yang disebut dengan berpikir sistem
Perlu dipahami bersama bahwa kesuksesan sekolah menjalankan roda pendidikan hingga meraih kepercayaan masyarakat bukan hanya keberhasilan sekolah saja, bukan pula keberhasilan yayasan saja. Namun keberhasilan kerja sama dari pembagian peran yang berbeda antara yayasan dan pelaksana sekolah yang bersinergi
Biasanya Sengketa yayasan sekolah swasta umumnya dipicu oleh konflik kepengurusan, serta minimnya komunikasi atau ketidakjelasan anggaran dasar yang akan berdampak pada kemajuan pendidikan
Seperti halnya yang terjadi di yayasan pendidikan tunas tekad sumber jaya yang membawahi sekolah SLB di desa bongas wetan kecamatan sumber jaya kabupaten Majalengka Jawa Barat yang kini menjadi komplik antara pengelola yayasan dengan pengelola sekolah SLB
Menurut Redi pengurus Yayasan mengatakan, bahwa selama 10 tahun SLB tunas tekad menggunakan anggaran pemerintah dan tidak ada laporan pertanggungjawaban terhadap lembaga atau yayasan yang menaungi sekolah SLB
“Pada ujungnya audit bersama dengan dinas pendidikan provinsi Jawabarat untuk pengkajian ulang izin operasionalnya
Adapun tuntutan pengurus yayasan untuk segera dicabut ijin operasional sekolah tersebut karena hanya akan menjadi beban anggaran pemerintah provinsi Jawabarat
“Perlu diketahui bahwa sekolah SLB yang bernaung di bawah yayasan pendidikan tunas tekad sumber jaya itu adalah dulunya adalah Perjuangan pengurus Yayasan “Ungkapnya. Kamis 7 Mei 2026.
Sementara itu Tris kepala sekolah SLB saat di temui menyebutkan bahwa ini sudah beres Dan sekolah sudah pindah sekarang menggunakan Rumah Saya sebagai tempat untuk kegiatan belajar mengajar.
“Silahkan saja hubungi pembina yayasannya mereka sudah tahu karena kami hanya mengurusi pendidikan saja. “Ucapnya .
