Majalengka, Nextnews.id-Komitmen pemerintah dalam memastikan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) terus digenjot. Salah satu program prioritas yaitu Revitalisasi Satuan Pendidikan di jenjang PAUD.
Program ini bertujuan untuk memperbaharui dan memperbaiki sarana prasarana PAUD agar layak, aman, dan menunjang proses pembelajaran yang optimal.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan PAUD melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, satuan PAUD dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung kebutuhan anak.
Saat ini di kabupaten Majalengka sebanyak 70 PAUD sedang melaksanakan revitalisasi gedung sekolah dengan anggaran yang berbeda tergantung kerusakan sekolahnya
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Rd H. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos. M.Si, melaui Kabid PNF Budie Winarto menjelaskan: “Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari satu tahun Pra-SD di PAUD, lanjut SD/MI, SMP/MTs,
Revitalisasi ini memastikan setiap anak Majalengka mendapat tempat belajar yang layak, aman, dan nyaman di gerbang pertama pendidikan mereka. Bangunan yang baik mendukung proses pembelajaran berkualitas, sehingga anak masuk SD sudah siap secara fisik, mental, dan pengetahuan.” ujarnya.
“Dulu, banyak PAUD masih menempati bangunan kurang layak, dinding retak, atap bocor, ruang sempit serta fasilitas terbatas. Orang tua ragu menitipkan anak, sehingga partisipasi Pra-SD belum optimal. Kini, setelah ada program direvitalisasi, PAUD berubah wajah, ruang kelas memadai, area bermain aman, sanitasi layak, lengkap dengan sarana belajar pendukung. Kedepan minat orang tua akan melonjak, Artinya, semakin banyak anak Majalengka yang masuk jalur resmi pendidikan sejak usia dini, memastikan tidak ada generasi yang tertinggal dari Wajib Belajar 13 Tahun, ungkap Budie Winarto Kepala bidang PNF Dinas pendidikan Majalengka
Kata dia “Selain selaras dengan program pemerintah dalam mensukseskan wajib belajar 13 tahun, keistimewaan program revitalisasi ini terletak pada cara pelaksanaannya ,sepenuhnya mengandalkan tenaga dan sumber daya lokal. Ratusan tukang bangunan, pekerja galian, pengangkut material, hingga penyedia bahan bangunan semuanya berasal dari warga desa sekitar lokasi proyek. Material seperti pasir, batu, semen, besi, dan bahan bangunan lainnya dibeli langsung dari toko dan usaha milik warga setempat.,”Ucap
Menurutnya, Dampak ekonomi Dirasakan langsung oleh masyarakat yang ikut dalam pekerjaan karena menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar sehingga daya beli masyarakat jadi bergerak sekaligus mensejahterakan masyarakat
“Program ini membuktikan satu kebenaran sederhana namun kuat, membangun pendidikan bukan hanya investasi masa depan anak, tapi juga menopang kehidupan warga saat ini. Dengan 70 bangunan PAUD yang berdiri kokoh dan layak, Majalengka kini memiliki fondasi kuat untuk menjamin setiap anak bisa menempuh satu tahun Pra-SD sebagai bagian sah dari Wajib Belajar 13 Tahun. Di saat yang sama, pembangunan itu menghidupkan roda ekonomi desa, memberi pekerjaan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi Masyarakat di sekitarnya.
“rogram ini adalah investasi ganda, investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Majalengka melalui pendidikan anak usia dini, sekaligus program pemulihan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat desa.
