Majalengka, Nextnews.id-Rusaknya infrastruktur jalan kabupaten cukup membuat masyarakat gerah. Masyarakat kini mulai resah karena kerusakan jalan tersebut, acapkali terjadi karena jalan dilintasi kendaraan bertonase berat.
Rutinitas kendaraan jenis dumtruk perkiraan ukuran 7-8 kubik hilir mudik lewati hingga membuat tidak nyaman para penghuni setempat.
12 Mei 2024,Sekira jam 11:30 wib,awak media mendapat keluhan dari salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, karena takut jika melaporkan keluhan masalah galian yang ada di dekat pemukimannya akan menimbulkan masalah pribadi kepada pelapor,banyak yang bekingi, ujarnya kepada awak media.
Masyarakat blok pajagan desa Garawangi kecamatan sumberjaya Majalengka keluhkan jalan rusak oleh hilir mudik kendaraan yang memuat material tanah .
Pemilik rumah kost inisial “K”menerangkan,bahkan Penghuni kost² an juga pada pindah karena tidak nyaman hilir mudiknya kendaraan pengangkut material tanah urugan ujar warga pemilik kost setempat.pokonya membuat jalan sangat rusak parah entah mendapatkan ijin dari pihak mana kami tidak tau karena taunya sudah beberapa bulan berjalan kalu ga salah sebelum Puasa 2024 jalan, terus berhenti mungkin karena cuaca hujan,nah skrg jalan lagi makin ramai karena dari para supir yang di tanya buat Proyek di Bongas dan Lojikobong.
Dari pantauan awak media Memang ada alat Berat jenis Beko yang sedang beroperasi, usut punya usut ternyata material tanah itu buat pengurugan yang ada di lojikobong dan Bongas.
Dengan berita ini di naikan semoga aparat terkait baik dari Pemerintah Desa, Kecamatan, Polsek, Koramil dan Pemkab Majalengka dapat Membantu ,jika melanggar terbukti tanpa ijin untuk segera di tertibkan dan kalaupun mendapatkan ijin mohon di perhatikan lingkungan sekitarnya agar tidak terganggu
(Oeoed)
